[Pengalaman] PPL di SMP-SMA Semesta Bilingual Boarding School

DSC_0946

Alhamdulilah, puji syukur saya panjatkan setinggi-tingginya untuk Allah SWT atas izin-Nya dan ridho-Nya yang telah menuntun saya untuk dapat merasakan belajar sesuatu yang luar biasa di tempat yang luar biasa dalam program PPL (Praktek Pengalaman Lapangan).

Berawal dari sebuah kewajiban saya sebagai mahasiswa kependidikan S1, saya diharuskan menjalani program bertajuk PPL dimana pelaksanaanya adalah pengaplikasian ilmu yang didapat selama kuliah dalam praktik mengajar sebagai guru. Dan Alhamdulilah, sekolah yang diberikan kepada saya adalah SMP-SMA BBS Semarang.

Jujur saja, ketika ingin memilih sekolah ini sebagai tempat praktek saya, saya ketakutan, takut jika saya kurang layak berada di sana, karena sekolah ini terkenal akan kualitas pembelajarannya yang luar biasa. Berbagai prestasi selalu mengiringi langkah perkembangan Semesta. Namun saya memantabkan hati untuk memilih sekolah ini, karena saya yakin semakin keras proses tempaan keris maka hasilnya semakin bagus😀

Apa yang saya bayangkan dan harapkan sama sekali tidak mengecewakan, justru melebihi yang saya harapkan. Saya teramat kagum dengan sistem pendidikan di Semesta. Di sekolah ini diberlakukan sistem asrama, semua murid harus tinggal di asrama, dan diperbolehkan meninggalkan asrama di waktu-waktu tertentu seperti sabtu-minggu. Mulai tahun ini, Semesta memberlakukan sistem pembagian sarana prasarana berdasarkan jenis gender perempuan dan laki-laki.

Tapi bukan itu yang ingin saya bahas, yang ingin saya bahas adalah cara mendidik guru-gurunya yang menyenangkan, dan juga, pendidikan karakter yang sangat kuat namun tidak memaksa, kegiatan guidance tidak hanya dilakukan oleh guru BK tapi semua guru yang terlibat dalam proses belajar. Ketika di luar jam KBM siswa berada di asrama di bawah tanggung seorang abla (pembina perempuan) dan abi (pembina laki-laki). Merekalah yang memberikan pengawasan sekaligus menjadi tempat bagi siswa untuk mendiskusikan permasalahan yang dihadapi berkenaan dengan pelajaran dan lainnya.

Dan dari sistem pendidikan seperti itu, saya melihat sendiri hasilnya begitu luar biasa. Contoh ketika saya diberikan kesempatan mengawasi ujian. dulu saya pikir sulit untuk menghilangkan “budaya mencontek” tapi ‘sulit’ itu luntur seketika saat saya menyaksikan murid-murid hasil didikan guru-guru dan pembina semesta.

Saya kagum juga dengan siswa-siswa semesta yang benar-benar berbeda dengan yang saya alami ketika saya masih di bangku sekolah. Mereka adalah siswa-siswa yang sangat aktif dalam kelas, selalu haus pengetahuan, dan sangat kreatif. Jadi secara mental saya tidak hanya di ‘gojlok’ dengan guru pamong di semesta, saya juga lebih di ‘gojlok’ dengan siswa-siswa semesta. Bagaimana caranya memberikan ‘belajar’ yang mereka mau. Pokoknya super sekali rasanya, dan saya tidak menyesal. Semoga kelak saya dapat menjadi guru yang menyenangkan yang dapat memperbaiki sedikit budaya yang seharusnya berlaku dalam ranah pendidikan dan tidak sebaliknya. Amin

About Iin aryani

I don't wanna be a "Copycat" but, something they need to copy.

Posted on 30 October 2014, in Corat-coret and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Komentar untuk penulis

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: