Category Archives: Pena Hati

[Jurnal KKN] Hari 4. Finishing kelengkapan POS dan penyusunan Progja

Agenda yang kami lakukan di hari 4 antara lain:

– Penyelesaian properti POS KKN meliputi finishing pemasangan plang

– Mengikuti kegiatan kemasyarakatan

– Bimbingan belajar malam

– Pematangan rancangan PROGJA

[Jurnal KKN] Hari 3. Pembuatan property posko KKN

Kegiatan hari 3:

– Mengikuti kegiatan posyandu di balai desa

– Melengkapi data-data monografi kependudukan

– Mengikuti acara umum, pengajian santunan yatim piatu.

– Pemasangan tanda POS KKN

– Pembuatan plang penunjuk jalan

– Konsultasi progja dan observasi kelebihan dan kekurangan progja

[Jurnal KKN] Hari 2. Observasi daerah

Hari kedua KKN ini kegiatan yang kami lakukan antara lain :

– Observasi daerah meliputi berkeliling desa untuk mencari informasi tentang kondisi lingkungan, potensi daerah tinjauan, masalah sosial-budaya yang terjadi di masyarakat semisal untuk masalah pemanfaatan sumber daya alam dan kebutuhan masyarakat.

– Kunjungan ke balai desa untuk meminta data-data monografi penduduk.

– Silaturrahmi dan sosialisasi kebeberapa pemuka desa seperti RT/RW setempat

lain-lain

#KKNunnes2014

-update-

kami mendapat surprise di malam hari nya, kami kedatangan adek-adek SD penjalin untuk belajar bareng. Kagum aja karena dengan semangat belajar anak-anak desa yang tinggi.

[Jurnal KKN] Hari 1. Penerjunan

Jurnal ini saya buat sebagai catatan saya pribadi dan juga mungkin saja dapat dijadikan referensi bagi pelaksana KKN Unnes di tahun-tahun mendatang.

Setelah penempuh lebih kurangnya 3tahun kuliah sampailah saya di semester 7. Berbagai agenda seperti PPL dan KKN saya ambil di semester ini. 3 bulan lalu sudah selesai saya laksanakan kegiatan PPL dengan alhamdulillah lancar, dan baik. Kemudian di susul agenda lainnya yaitu KKN.

KKN yang saya ambil adalah KKN Lokasi, dimana penempatannya berada di Desa Penjalin Kecamatan Brangsong, Kendal. Dalam KKN ini, saya bersama 7 orang teman yang tersebar di beberapa fakultas di Unnes.

Pertama saya akan menceritakan persiapan KKN, satu minggu sebelum diterjunkan, peserta KKN Unnes diberikan pembekalan yang meliputi pembekalan fisik dan non-fisik. Pembekalan fisik berisi materi-materi KKN, seperti tahapan kerja, cara penyusunan laporan, dan hal teknis lainnya. Non-fisik berisi materi bersosialisasi, teknik mendapatkan empati masyarakat, dan berbagai teknik sosial untuk menjalin hubungan kemitraan dengan masyarakat.

Setelah pembekalan, dilakukan penerjunan.

Penerjunan KKN Lokasi II tahun 2014 dilaksanakan hari Senin, tanggal 3 November 2014.

Kami, peserta KKN Brangsong berangkat dari Unnes bersama DPL. Ngomong-ngomong, DPL saya namanya mirip sama saya, yaitu Ibu Ariyani ūüėÄ jam 7.00 pagi dan diterima terlebih dahulu di Bappeda Kendal sekitar jam 9.30 pagi

Kemudian kami menuju ke balai desa masing-masing untuk penerimaan dari pihak desa. Kemudian kami di bawa ke posko KKN yang telah di sediakan oleh pihak desa/kelurahan. Posko KKN biasanya digunakan, rumah lurah sendiri atau rumah warga yang berkenan.

Setelah selesai men-unpack barang-barang, kami melakukan berbagai administrasi kecil seperti pengurusan uang makan, pembuatan jadwal piket kecamatan, jadwal piket pos KKN, dan merencanakan apa saja yang akan dilakukan selama masa observsi yaitu 3 hari pertama KKN untuk kemudian menyusun program kerja di hari berikutnya, sisanya, beradaptasi dengan lingkungan.

#KKN2014

Semangat!

Mimpi, dan rencana Tuhan

Sekedar membuat coretan kecil saja,

Saya tipe orang  yang senang  bermimpi, bermimpi itu indah dan menyenangkan. Lebih menyenangkan jika ternyata mimpi-mimpi itu dapat benar-benar kita rasakan  menjadi nyata. Namun, tentu saja butuh usaha mewujudkannya bukan? Tuhan tidak semata-mata menciptakan mahluk-Nya hanya untuk pasrah dan  menerima takdir. Tuhan membekali kita dengan emosi jiwa, perasaan, logika, dan  kemampuan untuk bersaing mendapatkan kemuliaan, dan kebahagiaan yang diridhoi-Nya. Mulia dan bahagia tidak harus menjadi orang kaya yang bergelimang harta. Namun kaya dalam arti ia memenangkan dirinya dengan segala kesyukuran atas hidupnya.

Menurut agama yang saya anut. Semua manusia sama di mata Tuhan. Meskipun di mata  saya, saya merasa itu berbeda. Namun saya masih yakin  bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama. Tinggal bagaimana dia  berusaha. Dan Tuhan yang akan menilai usaha  kita. Namun kadangkala, setiap usaha tidak selalu diakhiri dengan hasil yang diharapkan, malah terkadang gagal total. Bersyukurlah, Tuhan punya rahasia yang  tidak diketahui mahluk-mahluk -Nya.

Terpuruk dalam kegagalan atas rencana kita, merupakan ujian Tuhan sebelum Ia berikan rencana-Nya. Ada banyak orang, termasuk saya pernah gagal dalam hidupnya dan terpuruk dalam waktu yang lama. Dan saya baru menyadari hal itu sekarang. Saya pernah benar-benar tidak mengerti terhadap rencana Tuhan. Sepertinya apa yang saya lakukan selalu salah dan membuat saya terpuruk. Dan saat ini saya baru sadar, Tuhan waktu itu memperingatkan saya akan kesombongan. Tekad besar saya yang berujung kesombongan. Saya akui.

Dan berubah menjadi lebih baik  juga tidak semudah membalikkan telapak tangan. Keegoisan terkadang masih muncul dihati saya yang bisa berujung pada kesombongan itu lagi yang membuat mimpi-mimpi itu saya rasa dekat namun ternyata masih sangat  jauh. Mungkin Ia tahu, jika mimpi itu  diwujudkan-Nya, mungkin kembali berakhir seperti  yang dulu. Sepertinya Tuhan menginginkan adanya jaminan apakah kita benar-benar sanggup menerima dengan ikhlas, dengan rasa syukur atas mimpi itu atau tidak.

Saya tarik kesimpulan, saya rasa tercapai-tidaknya mimpi itu bukan hanya didasari dengan seberapa besar kemauan dan ikhtiar yang dilakukan oleh manusia, tetapi juga adanya jaminan kita tidak menyombongkan diri atas apa yang kita peroleh. Dengan begitu Tuhan akan yakin memberikannya pada kita.