Category Archives: Dreamwever

Membaca file excel dengan PHP (excelreader)

Tag : Membaca file excel dengan PHP (excelreader), menggunakan excelreader di php, mengimport excel ke database mySQL lewat PHP

Kali ini saya mau bagi project sederhana yg sepertinya sudah kadaluwarsa sih, tapi bagus buat pemula. Jadi di tutorial ini, kita akan mencoba membaca file excel dan mengimport isinya ke database mySQL lewat PHP.

Langkah-langkahnya dibagi menjadi 3 bagian.

  1. Persiapan Database
  2. Persiapan template file excel
  3. Eksekusi

Persiapan database, saya harap sudah bisa bikin database di mysql, jadi langsung saja siapkan table db dengan property sbb:

Nama database = ilmucerdas
Nama tabel = artikel

111

Persiapan template file excel, buatlah file excel dengan template berikut, Kemudian save dengan format office 97-2003 workbook.

222

lalu isi beberapa input, dan save. contoh:

Capture

Eksekusi, folder baru di htdocs, di dalam folder tsb buat file upload.php dengan code berikut:


 

<fieldset><legend>&nbsp; Upload Data &nbsp;</legend>
<form action="upload_proses.php" method="post"
enctype="multipart/form-data">
Upload file data (excel)<br />
<input type="file" name="excel" />
<br>
<input type="submit" value="Upload"/>
</form>
</fieldset>

*) nama folder saya = ilmucerdas

Lalu buat file upload_proses.php dengan code berikut :

<?php
mysql_connect("localhost","root","");
mysql_select_db("ilmucerdas"); // nama database masing-masing
include "excelreader/Excel/reader.php";
$edata = new Spreadsheet_Excel_Reader();
$edata->setOutputEncoding('CP1251');
if($_FILES['excel']['tmp_name'])
{$edata->read($_FILES['excel']['tmp_name']);}
error_reporting(E_ALL ^ E_NOTICE);
$arr=array();
for ($i = 2; $i <= $edata->sheets[0]['numRows']; $i++)
{for ($j = 1; $j <= $edata->sheets[0]['numCols']; $j++){
$arr[$i][$j]=$edata->sheets[0]['cells'][$i][$j];}
$data_judul = $arr[$i][1];
$data_penulis = $arr[$i][2];
$data_isi = $arr[$i][3];
$sql = "insert into artikel(judul, penulis, isi) 
values ('$data_judul','$data_penulis','$data_isi')";
mysql_query($sql);
}
?>

Apabila muncul eror seperti ini : Warning: include(excelreader/Excel/reader.php): failed to open stream: No such file or directory in C:\xampp\htdocs\ilmucerdas\upload_proses.php on line 4

Warning: include(): Failed opening ‘excelreader/Excel/reader.php’ for inclusion (include_path=’.;C:\xampp\php\PEAR’) in C:\xampp\htdocs\ilmucerdas\upload_proses.php on line 4

Fatal error: Class ‘Spreadsheet_Excel_Reader’ not found in C:\xampp\htdocs\ilmucerdas\upload_proses.php on line 5

Jangan bingung, karena ada langkah yg belum di lakukan. Untuk menghilangkan eror, download file excel reader dan extract dan taruh di folder utama.

gmb3

testing…………….

Data di database sebelum file di upload.

Capture

Upload file

Capture

Hasil di phpmysql setelah di upload :

Capture

yey, data berhasil masuk. keseluruhan project ini bisa di download di sini :

icwp-download button copy

Semoga bermanfaat. Jika ada yg ditanya silahkan tinggalkan komentar, atau mampir ke fb saya 🙂 Terimakasih 🙂

 

Merubah tampilan koding di dreamwever

Ketika ngoding programmer pasti membutuhkan kenyamanan, agar bekerja lebih enak. Di beberapa text editor, untuk ngoding program beberapa saya tidak terlalu suka tampilannya, kayak dreamwever,  karena berbagai hal,

  1. Karena fontnya kecil-kecil
  2. Latar yang terlalu mencolok

Untuk merubah tampilan UI di dreamwever, langkahnya mudah.

  1. Buka aplikasi dreamwever
  2. Klik Menu Edit
  3. Pilih Preference atau Ctrl + U
    preference
  4. Untuk merubah background dasar Pilih Category Code Coloring, lalu pilih warna yang anda inginkan
    code coloring
  5. Untuk merubah font code Pilih Fonts -> Ubah font untuk Code View
    fonts
  6. Klik Ok.

berikut contoh perubahan tampilannya:

Sebelum : sebelumsesudah

Semoga bermanfaat 🙂

Web – Menghilangkan background pada swf pada preview browser

Sebelumnya saya agak bingung ngasih judul tulisannya, tapi yah intinya gitu, ada seorang teman yang tanya gimana cara gilangin background swf di tampilan browser. Contohnya gini :

azs

Si angry merah yang di dalam box putih itu adalah file swf yang di insert di atas background. Nah sekarang topik kita adalah bagaimana cara menghilangkan box putih itu jadi yang kelihatan cuma si angry merahnya saja.

#Cara 1

Jika anda memakai aplikasi dreamwever, cukup mudah. klik saja objek swf tersebut, lalu lihat pada menu properties :

pp

Klik parameter, lalu kan muncul kotak dialog, isi sebagai berikut :

pp

pada parameter : wmode

pada value : transparent

selesai, OK.

#Cara 2 : jika anda memakai aplikasi kode editor saja seperti notepad atau PHP expert, dsb, maka cukup perhatikan kodenya dan cari script yang mengandung maksud swf itu dicantumkan, biasanya diawali dengan sintak <object>

pp

Lalu tambahkan sintaks yang di blok berikut di bawah sintaks <param … />

pp

save, dan selesai, kita lihat hasilnya, tadaa..

pp

 

Pengenalan Dreamwever

Pengenalan Dreamwever versi 8.0

Secara garis besar aplikasi dreamwever terbagi dalam 5 bagian.

Bagian berwarna merah adalah menubar. Bagian berwarna ungu adalah short-cut tool, modifikasi web dengan tool-tool ini akan mempermudah kita karena kita tidak perlu mengetikkan semua komponen web yang akan dibuat. Tool-tool ini dikategorikan sebagai wizard, karena memiliki tujuan untuk memudahkan dan praktis. Bagian berwarna kuning adalah area kerja anda, dalam area kerja ini, anda dapat melihat preview design, kode, atau keduanya. Bagian berwarna hijau, adalah properties, panel ini berguna untuk mengubah style atau ketentuan tertentu pada objek web yang kita inginkan, misal pada body, tabel, frame, form, tombol, div, dan lainnya. Bagian berwarna biru adalah panel untuk menampilkan window2 pengayaan yang lain, untuk menampilkan window tertentu, caranya dengan mengakses menubar Window, dan pilih window mana yang ingin anda tampilkan.

*nb : Untuk keteragan setiap ikonnya saya sarankan untuk mencobanya satu-persatu agar anda lebih mengerti dari pengalaman dari pada teori. (padahal aslinya author males nulisnya ^^V peace, nggak kok, bukannya males nulis juga, cuman saya juga kan ga terlalu bisa soal teori, pernah kan anda mengerti sesuatu tapi tidak dapat menjelaskannya? Pokoknya dicoba aja satu-satu, kesalahan fungsi pada aplikasi ini tidak akan membuat PC anda meledak kok 😀 mungkin cuma error, hang, atau terjadi deadlock -> close sendiri )

Meng-upload file dengan PHP (tanpa melibatkan database)

Secara umum dalam PHP, keyword yang dipakai untuk mengupload file adalah $_FILES[…]; dan move_uploaded_file(..);

Tutorial ini adalah tutorial untuk mengupload file dengan cara paling sederhana belum dengan konfigurasi type file dan size file. Kita hanya akan mengupload file ke folder yang disediakan.Langsung saja.

#1. Buatlah halaman dengan script berikut save dengan nama: index.php:

<form action="upload.php" method="post" enctype="multipart/form-data">
<input name="dokumen" type="file" id="dokumen" />
<input type="submit" name="upload" id="upload" value="Upload" />
</form>

Perhatikan script di atas, pada sintaks form terdapat action=”upload.php” itu berarti pemrosesan file-nya akan ditujukan pada file upload.php. enctype=”multipart/form-data” adalah sebagai pernyataan bahwa data tersebut berupa file (bisa file audio, video, teks, gambar, dll). Sedangkan name=”dokumen” digunakan untuk identitas file field yang nantinya digunakan untuk memilih data yang akan diupload. File field secara sederhana dapat diartikan sebagai kotak untuk memasukan file.

#2. Kemudian buat file upload.php dengan script berikut :

<?php
mkdir("upload");
$file = $_FILES['dokumen'];
$nama_file = $file['name'];
$nama_tmp = $file['tmp_name'];
$upload_dir = "upload/";
move_uploaded_file($nama_tmp,$upload_dir.$nama_file);
echo "File berhasil diunggah."
?>

$_FILES[‘dokumen’] digunakan untuk mengambil file mentahnya yang kemudian dimasukan dalam variabel $file.
Untuk memperoleh nama file digunakan script : $file[‘name’] dapat juga $_FILES[‘dokumen’][‘name’];
Untuk memperoleh type file : $file[‘type’] atau $_FILES[‘dokumen’][‘type’];
Untuk memperoleh besar file : $file[‘size’] atau $_FILES[‘dokumen’][‘size’];
Untuk mendapatkan nama temporer : $file[‘tmp_name’] atau $_FILES[‘dokumen’][‘tmp_name’];
$upload_dir adalah folder tempat diletakkannya file yang akan diupload.
Move_uploaded_file(parameter1,parameter2), mempunyai dua parameter, yang pertama nama temporer file, dan yang kedua adalah alamat file.

Jika file berhasil diupload maka pada folder upload akan ada file tersebut. Jika gagal, mungkin anda perlu mengecek ulang sintaks-sintaksnya mungkin ada kesalahan atau lupa menambahi titik koma.

Selanjutnya, dapat anda tambahkan dengan pembatasan besar file dengan ukuran tertentu, atau type file tertentu.

Semoga bermanfa’at.
Iin

#####################Update####################
Balasan @Nabil Ftd
Oke, saya coba buat aplikasi yang anda maksud,

caranya simple, saya menggunakan fungsi dir() untuk membaca semua file yang ada dalam satu folder yang dimaksud.

Misalkan nama folder anda gambar, lakukan eksekusi dengan $dir=dir(“gambar”);

elemen yang ada pada $dir berupa array, untuk menampilkan data filename nya anda dapat menggunakan fungsi while berikut:

while($file=$dir->read()){…}

Nah di dalam looping pada while tersebut, kita akan coba bandingkan nama file dengan userID tertentu dapat menggunakan if atau swicth. Program selengkapnya :

<form action="" method="post">
Tutorial by : <a href="https://ilmucerdas.wordpress.com">ilmucerdas.wp</a><br><br>
User yang tersedia : 4200, 4211, 4219 <br>
Masukan id user : <input type="text" name="userID"/>
<br /><input type="submit"/>
</form>
<?php
if(isset($_POST['userID'])){
$user=abs($_POST['userID']);
echo "<br>Galeri yang dimiliki ID : $user <br><br>";
$dir= dir("gambar");
while(($file=$dir->read())){
if(substr($file,0,4)==$user){
echo "<img src='gambar/$file' width=100 height=100>";
echo "<br>Nama : $file<br><br>";
}
}
$dir->close;
}
?>

Untuk update/edit gambarnya anda dapat menggunakan alogaritma berikut :

hapus file yang dimaksud -> upload file yg baru dengan nama sama

untuk menghapus file gunakan fungsi unlink(“folder/file.xx”);

Semoga membantu 🙂

———————————————————————————–

menjawab pertanyaan @selvia _>move_uploaded_file($nama_tmp,$upload_dir.$nama_file); maksud’y ini apa ya? ko ga bisa2?

jawab : move_uploaded_file mempunyai 3 parameter. -&gt; move_uploaded_file($tmp_name, $upload_dir, $nama_file)
1. $tmp_name adalah parameter pertama yang berisi nama file yang telah diubah menjadi tmpname, gunanya untuk menempatkan cache pd komputer penerima sebelum di bentuk file yg telah terupload 100%
proses di $tmp_name biasanya dengan mengambil tmpname itu lgsung dr nama file dgn rumus php -&gt; $_FILES[‘tmp_name’]
2. $upload_dir adalah parameter kedua yang berisi path atau lokasi dimana file akan di upload.
3. $nama_file adalah parameter ketiga yg digunakan untuk menamai file yg telah diupload ke server.

semoga dapat dipahami. terimakasih apresiasinya.

Manipulasi URL dengan HTACCESS

Pernahkan anda menemukan URL semacam ini:

A. http://localhost/ilmucerdas.wp/2012/01/32/Artikel

B. http://localhost/ilmucerdas.wp/index.php?link=detailpage&id=45&view=user

Jika isi dari kedua URL tersebut sama, URL mana yang menurut anda lebih mudah? Tentu kebanyakan orang akan memilih yang A, iya kan?

URL semacam A, jika diaplikasikan pada web biasa (tidak pakai HTACCESS) maka letak isi dari pada ‘Artikel’ itu sama dengan file index.php yang berada di dalam folder “Artikel” di dalam folder “32” di dalam folder “01” di dalam folder “2012”, dan dalam direktori “ilmucerdas.wp” Namun jika memakai HTACCESS, anda tidak perlu membuat folder sebanyak itu untuk mendapatkan URL demikian.

Berikut saya ingin berbagi cara menggunakan file HTACCESS untuk manipulasi URL melalui “localhost”.

Secara detailnya saya kurang tau pasti apa manfaat file HTACCESS ini, yang pasti file ini dapat membantu untuk mendapatkan sebuah halaman web yang sesuai standart (mohon dimaklumi, saya juga masih belajar)

–> File ini diletakkan di dalam direktori utama sebuah website

–> File HTACCESS tidak perlu diberi nama, untuk membuat file ini, jika anda menggunakan editor semacam DREAMWEVER, cukup buat file dengan extensi .htaccess

–> Isi file HTACCESS bergantung pada fungsi yang dibutuhkan.

ErrorDocument 404 /nama_direktori/index.php

_____________________________________________________________

#1. Buatlah direktori baru dalam folder “htdocs” beri nama ujicoba

#2. Melalui Dreamwever atau editor lainnya, buatlah file .htaccess dalam direktori ujicoba

Isi Script file .htaccess

ErrorDocument 404 /ujicoba/index.php

#3. Kemudian buatlah file index.php pada direktori ujicoba

#4. Lalu buatlah folder konten pada direktori ujicoba, buat file artikel1.php, artikel2.php, atikel3.php, dan isilah ketiga file tersebut dengan isi yang berbeda.

Isi file artikel1.php 
Tentang kami : kami adalah sebuah perusahaan yang berjalan di bidang Web design

Isi file artikel2.php 
FAQ (Tanya Jawab)
dapat melalui email, Ym, Facebook, Twitter : iin.aryani@yahoo.co.id

Isi file artikel3.php 
Halaman lain-lain

#5. Buat sebuah halaman error, berisi peringatan bahwa halaman yang diminta user tidak tersedia berinama err_page.php pada folder konten

Isi file err_page.php

Ma'af, halaman yang anda minta tidak ditemukan.

#6. Ketikkan script berikut pada index.php

<?php
//untuk memecah URL
$dir = explode("/",$_SERVER['REQUEST_URI']);
//untuk mengetahui jumlah direktori
$jml_dir = count($dir);
//untuk mengetahui nama dir
$host = $dir[0];
$dir_utama = $dir[1];
$artikel = $dir[2];

//membuat tampilan awal (misal)
echo "
Welcome to my Tutorial by Ilmucerdas.wp
<ul>
<li><a href=/$dir_utama/index.php>HOME</a></li>
<li><a href=/$dir_utama/Tentang-Kami>TENTANG KAMI</a></li>
<li><a href=/$dir_utama/Tanya-Jawab>FAQ</a></li>
<li><a href=/$dir_utama/Lain-lain>LAIN-LAIN</a></li>
</ul>
";
//untuk menampilkan konten
if(empty($artikel) or $artikel == "index.php")
echo "Halaman awal. berisi konten beranda(misal)";
else if($artikel=="Tentang-Kami") include "konten/artikel1.php";
else if($artikel=="Tanya-Jawab") include "konten/artikel2.php";
else if($artikel=="Lain-lain") include "konten/artikel3.php";
else include "konten/err_page.php"
?>

InsyaAllah Berhasil…

Link tersebut akan menjadi http://localhost/ujicoba/Tentang-kami untuk halaman Tentang kami, padahal file aslinya ada pada file artikel1.php di dalam folder konten Jika pada web biasa untuk dapat menampilkan isi halaman Tentang kami anda perlu mengakses http://localhost/ujicoba/kontent/artikel1.php dan itu pun menu2 yang ada pada awal halaman tidak ditampilkan lagi. Hmm, mungkin lebih baik anda mencoba praktek dari pada bingung dengan penjelasan saya 🙂

 

Selamat mencoba, Semoga tulisan ini berguna, Amiin

Salam, Penulis

Iin

Menggunakan perintah ‘explode’ untuk memecah string dan implementasinya untuk membuat halaman summary(ringkasan)

Di dalam database kita menyimpan berbagai macan data, berupa text, angka, password dan lain sebagainya. Salah satu data yang mungkin paling banyak diinput dalam sebuah database adalah artikel, yakni berupa text.

Penulisan artikel ada yang hanya menghabiskan beratus kata saja ada juga yang lebih atau kurang.

Dalam bab kali ini, saya ingin berbagi apa yang saya tahu tentang pemecahan data string dalam database dan merangkainya kembali dengan batasan jumlah kata yang ditampilkan dan kemudian diberi link selanjutnya atau detail, menggunakan bahasa PHP dan HTML.

preview :

Text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text…baca selengkapnya

Misal, saya mempunyai database dengan,

nama database : db_ilmucerdas

hostname : localhost

user : ilmucerdas

password : bemaster

nama tabel kontent : tb_artikel

field yang ada pada tb_artikel : kolom 1 > id, kolom 2 > judul, kolom 3 > artikel

Maka kodingnya dalam PHP adalah sebagai berikut :
hal pertama adalah membuat koneksi menuju server dan database
#Isi file koneksi.php

<?php
$namahost = "localhost";
$user = "ilmucerdas";
$password = "bemaster";
$nama_db = "db_ilmucerdas";
$konek = mysql_connect($namahost,$user,$password) die ("Koneksi error!");
mysql_select_db($nama_db,$konek) die ("Database not found!");
?>

Setelah file koneksi diciptakan, buat file artikel.php
#Isi dari file artikel.php :

<?php
include "koneksi.php"; /* menginclude koneksi */
/* melakukan perintah untuk mengambil data dari tabel artikel */
$nama_tabel = "artikel";
$perintah = "select * from $nama_tabel";
$eksekusi = mysql_query($perintah);
$data = mysql_fetch_array($eksekusi);
$artikel = $data[2] /* [2] mahsudnya menunjuk kolom ke 3:artikel */
$explode = explode(" ",$artikel);
/* makhsud kode diatas adalah pecah berdasarkan spasi */
hitung = count($explode);
/* makhsud : menghitung banyak kata dalam data */
/* lalu melakukan perulangan sebanyak jumlah record di database */
$batas_kata = 100; /* menetapkan batas jumlah kata */
while($data = mysql_fetch_array($eksekusi)){
   if($hitung <= $batas_kata ){
        echo "<p>Judul : $data[1]<br>"; /* menampilkan kolom judul */
        echo "$data</p>";
     }
   else{
     echo "<p>Judul : $data[1]<br>";
     for($i=1; $i<=$batas_kata; $i++){
         {
         echo $explode[$i]." ";
         }
     echo "<a href=detail.php?lihat=$data[0]>...lihat detail</a>";
     /* perhatikan detail.php?lihat=$data[0], koding ini makhsudnya adalah
        kita akan melihat preview lengkap halaman ini
        pada file detail.php, ?lihat adalah sebuah URL parameter.
        dan $data[0] adalah argumen yang dijadikan patokan.
      */
     }
}
/* selesai, selanjutnya adalah membuat halaman detail.php */
?>

#Isi file detail.php

<?php
include "koneksi.php";
$id = $_GET[lihat]; /* mengambil argumen id dari url parameter lihat */
$nama_tabel = "artikel";
$perintah = "select * from $nama_tabel where id=$id";
$eksekusi = mysql_query($perintah);
$data = mysql_fetch_array($eksekusi);
echo "Judul : $data[1]<br>";
/* dapat pula ditulis dengan $data[judul] sesuai dr nama kolom */
echo $data;
?>

Demikian tutorial kali ini, semoga apa yang saya bagi bisa bermanfaat.
Salam cerdas,
Penulis, Iin 🙂