Category Archives: Website

Php,Html,Css,Javascript

PHP – Membuat citra grafis text dengan format font

Pada tutorial kedua ini, untuk kategori rekayasa grafis dengan PHP, kita akan mencoba membuat citra(gambar) yang berelement text dilengkapi dengan format font.
*(nb) Sebelumnya silakan copy paste dahulu jenis font yang anda inginkan kedalam direktori kerja anda. Misalkan , file keja anda “latihan2.php” berada di folder PHP, maka copy-pastekan dulu file font yang anda inginkan juga di folder PHP. Namun dalam tutorial ini saya meletakkan file font pada folder “font”, artinya, anda buat folder baru bernama “font”, dan paste-kan file font anda kedalamnya.

Source codenya adalah :

<?php
header("Content-type:image/jpeg");
$bg= imagecreate(300,50) or die ("tidak ada dukungan pustaka GD!");
$alokasi_bg_color=imagecolorallocate($bg,255,255,255);//warna putih
$alokasi_text_color=imagecolorallocate($bg,0,0,0);//warna hitam
$cetak= "belajar grafika php";
$huruf="font/contohfont.ttf";
/* file font berada pada direktori font, dgn nm contohfont */
imagettftext($bg,18,0,5,15,$alokasi_text_color,$huruf,$cetak);
imagejpeg($bg);
imagedestroy($bg);
?>

*(penjelasan) file di atas akan menciptakan sebuah gambar berformat JPEG, karena headernya dibuat JPEG. Fungsi imagecreate(), digunakan untuk membuat gambar awal, pewarnaan gambar awal diambil dari pengalokasian warna yang pertama, di sini alokasi pertamanya adalah $alokasi_bg_color=imagecolorallocate($bg,255,255,255); menghasilkan warna putih. Berbeda dengan membuat citra grafis yang sebelumnya, di sini fungsi yang digunakan untuk mencetak text bukan lagi imagestring() tetapi imagettftext().

Fungsi imagettftext(); memiliki 8 elemen, yaitu, (*source, besar font, posisi dlm derajat, posisi_x, posisi_y, warna, jenis font, string yang akan dicetak).

Preview dari kode di atas akan muncul seperti ini :

Menciptakan citra grafis dengan PHP (pemula-tahap I)

Hemm,, lama sekali saya tak menyentuh PHP gara-gara *rahasia* hehehe. Tapi akhirnya kangen juga. Saya tertarik sama salah satu jenis bahasa pemrograman ini lagi setelah ‘nemu’ judul buku yang lumayan bagus di perpus kampus saya. Yaitu rekayasa grafis dengan PHP. Mengingat harga buku IT mahal, saya tau kok kebanyakan orang (termasuk saya) harus mikir dulu kalo mau beli buku IT, karena mahal tentunya. Di blog ini saya akan coba menjabarkan dengan kalimat lain apa yang saya dapat dari buku itu. Agar tidak dibilang plagiat 😀

Pengecekan terhadap library ‘gd_info’
Sebelum melakukan pengkodingan untuk pengolahan gambar dengan script, pertama-tama kita harus memastikan dahulu apakah fungsi-fungsi manipulasi tersebut dapat dipakai atau tidak atau tersedia dalam daftar fungsi dalam PHP atau tidak. Karena jika fungsi yang nanti kita gunakan ternyata belum ter-include dalam PHP, maka apa yang kita kerjakan nanti akan sia-sia.
Untuk mengetahui ada tidaknya fungsi-fungsi pendukung manipulasi gambar tersebut, lakukan pengecekan dengan script berikut:

if(function_exists('gd_info')==true){
   echo "Library tersedia";}
else { echo "Belum terinstal";}

Memahami tipe file gambar
Pada pengolahan dan rekayasa gambar menggunakan script PHP, tahap selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah penulisan header image. Header ini berfungsi untuk memberikan informasi kepada sistem tentang jenis file yang akan diproses sistem web browser. Header image ini dibuat pertama kali sebelum melakukan proses-proses pengolahan gambar selanjutnya. Tipe-tipe file yang umum ditampilkan pada web diantaranya JPEG, PNG, dan GIF.

Berikut adalah cara untuk membuat header image berdasarkan tipe masing-masing.

– File JPEG : header(“Content-Type:image/jpeg”)
– File PNG : header(“Content-Type:image/png”)
– File GIF : header(“Content-Type:image/gif”)

Membuat grafis dengan karakter

<?php
header("content-Type:image/gif");
/*herder ini bermahsud bahwa citra yg diciptakan berekstensi gif*/
$gm= imagecreate(500,50);
/*fungsi imagecreate untuk membuat resolusi gambar, element lebarxpanjang*/
$bgc = imagecolorallocate($gm,255,255,255);
/*$bgc disini adalah variabel untuk menyimpan warna background*/
$text = imagecolorallocate($gm,0,0,0);
/* sedang $text adalah variabel untuk menyimpan warna teks*/
$data = "Belajar rekayasa grafis.";
/* $data adalah teks yang akan dibuat gambar*/
imagestring($gm,12,5,10,$data,$text);
imagegif($gm);
imagedestroy($gm);
/* fungsi imagedestroy ini diperlukan untuk menghapus alokasi memory yang dipakai untuk menciptakan citra tersebut*/
?>

Meng-upload file dengan PHP (tanpa melibatkan database)

Secara umum dalam PHP, keyword yang dipakai untuk mengupload file adalah $_FILES[…]; dan move_uploaded_file(..);

Tutorial ini adalah tutorial untuk mengupload file dengan cara paling sederhana belum dengan konfigurasi type file dan size file. Kita hanya akan mengupload file ke folder yang disediakan.Langsung saja.

#1. Buatlah halaman dengan script berikut save dengan nama: index.php:

<form action="upload.php" method="post" enctype="multipart/form-data">
<input name="dokumen" type="file" id="dokumen" />
<input type="submit" name="upload" id="upload" value="Upload" />
</form>

Perhatikan script di atas, pada sintaks form terdapat action=”upload.php” itu berarti pemrosesan file-nya akan ditujukan pada file upload.php. enctype=”multipart/form-data” adalah sebagai pernyataan bahwa data tersebut berupa file (bisa file audio, video, teks, gambar, dll). Sedangkan name=”dokumen” digunakan untuk identitas file field yang nantinya digunakan untuk memilih data yang akan diupload. File field secara sederhana dapat diartikan sebagai kotak untuk memasukan file.

#2. Kemudian buat file upload.php dengan script berikut :

<?php
mkdir("upload");
$file = $_FILES['dokumen'];
$nama_file = $file['name'];
$nama_tmp = $file['tmp_name'];
$upload_dir = "upload/";
move_uploaded_file($nama_tmp,$upload_dir.$nama_file);
echo "File berhasil diunggah."
?>

$_FILES[‘dokumen’] digunakan untuk mengambil file mentahnya yang kemudian dimasukan dalam variabel $file.
Untuk memperoleh nama file digunakan script : $file[‘name’] dapat juga $_FILES[‘dokumen’][‘name’];
Untuk memperoleh type file : $file[‘type’] atau $_FILES[‘dokumen’][‘type’];
Untuk memperoleh besar file : $file[‘size’] atau $_FILES[‘dokumen’][‘size’];
Untuk mendapatkan nama temporer : $file[‘tmp_name’] atau $_FILES[‘dokumen’][‘tmp_name’];
$upload_dir adalah folder tempat diletakkannya file yang akan diupload.
Move_uploaded_file(parameter1,parameter2), mempunyai dua parameter, yang pertama nama temporer file, dan yang kedua adalah alamat file.

Jika file berhasil diupload maka pada folder upload akan ada file tersebut. Jika gagal, mungkin anda perlu mengecek ulang sintaks-sintaksnya mungkin ada kesalahan atau lupa menambahi titik koma.

Selanjutnya, dapat anda tambahkan dengan pembatasan besar file dengan ukuran tertentu, atau type file tertentu.

Semoga bermanfa’at.
Iin

#####################Update####################
Balasan @Nabil Ftd
Oke, saya coba buat aplikasi yang anda maksud,

caranya simple, saya menggunakan fungsi dir() untuk membaca semua file yang ada dalam satu folder yang dimaksud.

Misalkan nama folder anda gambar, lakukan eksekusi dengan $dir=dir(“gambar”);

elemen yang ada pada $dir berupa array, untuk menampilkan data filename nya anda dapat menggunakan fungsi while berikut:

while($file=$dir->read()){…}

Nah di dalam looping pada while tersebut, kita akan coba bandingkan nama file dengan userID tertentu dapat menggunakan if atau swicth. Program selengkapnya :

<form action="" method="post">
Tutorial by : <a href="https://ilmucerdas.wordpress.com">ilmucerdas.wp</a><br><br>
User yang tersedia : 4200, 4211, 4219 <br>
Masukan id user : <input type="text" name="userID"/>
<br /><input type="submit"/>
</form>
<?php
if(isset($_POST['userID'])){
$user=abs($_POST['userID']);
echo "<br>Galeri yang dimiliki ID : $user <br><br>";
$dir= dir("gambar");
while(($file=$dir->read())){
if(substr($file,0,4)==$user){
echo "<img src='gambar/$file' width=100 height=100>";
echo "<br>Nama : $file<br><br>";
}
}
$dir->close;
}
?>

Untuk update/edit gambarnya anda dapat menggunakan alogaritma berikut :

hapus file yang dimaksud -> upload file yg baru dengan nama sama

untuk menghapus file gunakan fungsi unlink(“folder/file.xx”);

Semoga membantu 🙂

———————————————————————————–

menjawab pertanyaan @selvia _>move_uploaded_file($nama_tmp,$upload_dir.$nama_file); maksud’y ini apa ya? ko ga bisa2?

jawab : move_uploaded_file mempunyai 3 parameter. -&gt; move_uploaded_file($tmp_name, $upload_dir, $nama_file)
1. $tmp_name adalah parameter pertama yang berisi nama file yang telah diubah menjadi tmpname, gunanya untuk menempatkan cache pd komputer penerima sebelum di bentuk file yg telah terupload 100%
proses di $tmp_name biasanya dengan mengambil tmpname itu lgsung dr nama file dgn rumus php -&gt; $_FILES[‘tmp_name’]
2. $upload_dir adalah parameter kedua yang berisi path atau lokasi dimana file akan di upload.
3. $nama_file adalah parameter ketiga yg digunakan untuk menamai file yg telah diupload ke server.

semoga dapat dipahami. terimakasih apresiasinya.

Manipulasi URL dengan HTACCESS

Pernahkan anda menemukan URL semacam ini:

A. http://localhost/ilmucerdas.wp/2012/01/32/Artikel

B. http://localhost/ilmucerdas.wp/index.php?link=detailpage&id=45&view=user

Jika isi dari kedua URL tersebut sama, URL mana yang menurut anda lebih mudah? Tentu kebanyakan orang akan memilih yang A, iya kan?

URL semacam A, jika diaplikasikan pada web biasa (tidak pakai HTACCESS) maka letak isi dari pada ‘Artikel’ itu sama dengan file index.php yang berada di dalam folder “Artikel” di dalam folder “32” di dalam folder “01” di dalam folder “2012”, dan dalam direktori “ilmucerdas.wp” Namun jika memakai HTACCESS, anda tidak perlu membuat folder sebanyak itu untuk mendapatkan URL demikian.

Berikut saya ingin berbagi cara menggunakan file HTACCESS untuk manipulasi URL melalui “localhost”.

Secara detailnya saya kurang tau pasti apa manfaat file HTACCESS ini, yang pasti file ini dapat membantu untuk mendapatkan sebuah halaman web yang sesuai standart (mohon dimaklumi, saya juga masih belajar)

–> File ini diletakkan di dalam direktori utama sebuah website

–> File HTACCESS tidak perlu diberi nama, untuk membuat file ini, jika anda menggunakan editor semacam DREAMWEVER, cukup buat file dengan extensi .htaccess

–> Isi file HTACCESS bergantung pada fungsi yang dibutuhkan.

ErrorDocument 404 /nama_direktori/index.php

_____________________________________________________________

#1. Buatlah direktori baru dalam folder “htdocs” beri nama ujicoba

#2. Melalui Dreamwever atau editor lainnya, buatlah file .htaccess dalam direktori ujicoba

Isi Script file .htaccess

ErrorDocument 404 /ujicoba/index.php

#3. Kemudian buatlah file index.php pada direktori ujicoba

#4. Lalu buatlah folder konten pada direktori ujicoba, buat file artikel1.php, artikel2.php, atikel3.php, dan isilah ketiga file tersebut dengan isi yang berbeda.

Isi file artikel1.php 
Tentang kami : kami adalah sebuah perusahaan yang berjalan di bidang Web design

Isi file artikel2.php 
FAQ (Tanya Jawab)
dapat melalui email, Ym, Facebook, Twitter : iin.aryani@yahoo.co.id

Isi file artikel3.php 
Halaman lain-lain

#5. Buat sebuah halaman error, berisi peringatan bahwa halaman yang diminta user tidak tersedia berinama err_page.php pada folder konten

Isi file err_page.php

Ma'af, halaman yang anda minta tidak ditemukan.

#6. Ketikkan script berikut pada index.php

<?php
//untuk memecah URL
$dir = explode("/",$_SERVER['REQUEST_URI']);
//untuk mengetahui jumlah direktori
$jml_dir = count($dir);
//untuk mengetahui nama dir
$host = $dir[0];
$dir_utama = $dir[1];
$artikel = $dir[2];

//membuat tampilan awal (misal)
echo "
Welcome to my Tutorial by Ilmucerdas.wp
<ul>
<li><a href=/$dir_utama/index.php>HOME</a></li>
<li><a href=/$dir_utama/Tentang-Kami>TENTANG KAMI</a></li>
<li><a href=/$dir_utama/Tanya-Jawab>FAQ</a></li>
<li><a href=/$dir_utama/Lain-lain>LAIN-LAIN</a></li>
</ul>
";
//untuk menampilkan konten
if(empty($artikel) or $artikel == "index.php")
echo "Halaman awal. berisi konten beranda(misal)";
else if($artikel=="Tentang-Kami") include "konten/artikel1.php";
else if($artikel=="Tanya-Jawab") include "konten/artikel2.php";
else if($artikel=="Lain-lain") include "konten/artikel3.php";
else include "konten/err_page.php"
?>

InsyaAllah Berhasil…

Link tersebut akan menjadi http://localhost/ujicoba/Tentang-kami untuk halaman Tentang kami, padahal file aslinya ada pada file artikel1.php di dalam folder konten Jika pada web biasa untuk dapat menampilkan isi halaman Tentang kami anda perlu mengakses http://localhost/ujicoba/kontent/artikel1.php dan itu pun menu2 yang ada pada awal halaman tidak ditampilkan lagi. Hmm, mungkin lebih baik anda mencoba praktek dari pada bingung dengan penjelasan saya 🙂

 

Selamat mencoba, Semoga tulisan ini berguna, Amiin

Salam, Penulis

Iin

Mengakses Mysql melalui comand prompt (cmd)

Dalam penyajian konten website, website digolongkan menjadi 2 : statis dan dimanis. Website statis adalah website yang mengharuskan pemiliknya untuk merubah susunan sintak-sintak pada halaman jika ingin menambahkan atau mengganti informasi yang berbeda. Sedangkan pada website dinamis, pemilik hanya perlu mengupdate informasi lewat database untuk merubah konten website tidak perlu merubah filenya.

Database pada website dapat diakses melalui database server, dalam hal ini saya menggunakan MySQL. Untuk dapat menggunakan service MySQL anda bisa install dari aplikasi XAMPP, WAMP server, APP Serv, dll. Kalau saya pakai XAMPP, karena penggunaannya mudah, (sebenarnya sama saja).

Mengakses database lokal MySQL dapat dilakukan dengan dua(2) cara, pertama dengan melalui url http://locahost/phpmyadmin , yang kedua dengan menggunakan Command Prompt. Memang cara pertama lebih banyak digunakan daripada cara yang kedua, karena pengaksesan lewat url lebih mudah dan tidak berbelit-belit, tapi tidak ada salahnya juga kalo mengerti dua-duanya kan? (kata guru saya, dulu juga saya sempat ngeyel, kenapa kalo ada yang mudah kok cari yang susah)

Pertama-tama, setelah MySQL terinstal, buka Command Prompt dan berikan perintah (jika MySQL terinstall di direktori C:\) :

cd c:\xampp\mysql\bin

*)Langkah kedua adalah login, ketikkan

mysql -u root -p

lalu enter, akan muncul perintah enter password: , biarkan kosong lalu tekan enter

*note : pengaturan default pada MySQL lokal server biasanya

username : root

password :          (maksudnya password kosong)

*)jika berhasil maka akan muncul

Welcome to the MySQL monitor .. blablabla..

*** Berikut adalah beberapa perintah dalam MySQL

*Untuk menampilkan daftar database : show databases;

*Untuk menggunakan/konek dengan database : use nama_database;

*Untuk menampilkan daftar table dalam database tersebut : show tables;

*Untuk melihat struktur table : describe nama_table;

*Untuk menampilkan semua entri dari tabel : select * from nama_tabel;

*Untuk menampilkan salah satu entri dari tabel berdasarkan field tertentu : select * from nama_tabel where nama_file=yg_cocok contoh: select * from member where nama=’iin aryani’;

*Untuk menghapus semua entri dalam tabel : delete * from nama_tabel;

*Untuk menghapus salah satu entri berdasar field tertentu : delete from nama_tabel where nama_field=yg_cocok; contoh : delete from member where id=7;

*Untuk mengedit/mengupdate entri (harus punya patokan field, misal berdasarkan id tertentu) : update nama_tabel set nama_field=isinya, nama_field_lain=isinya where id=1;

*Untuk membuat database baru : create database nama_database_baru;

*Untuk mengganti password akses MySQL : set password for root@localhost = password(‘kata_password_baru’);

*Untuk menampilkan help : \h;

*Untuk help lanjutan : help contents;

Berikut adalah beberapa perintah yang dapat anda gunakan dalam pengaksesan MySQL.

Semoga bermanfaat, salam, Penulis

Iin.

Menggunakan perintah ‘explode’ untuk memecah string dan implementasinya untuk membuat halaman summary(ringkasan)

Di dalam database kita menyimpan berbagai macan data, berupa text, angka, password dan lain sebagainya. Salah satu data yang mungkin paling banyak diinput dalam sebuah database adalah artikel, yakni berupa text.

Penulisan artikel ada yang hanya menghabiskan beratus kata saja ada juga yang lebih atau kurang.

Dalam bab kali ini, saya ingin berbagi apa yang saya tahu tentang pemecahan data string dalam database dan merangkainya kembali dengan batasan jumlah kata yang ditampilkan dan kemudian diberi link selanjutnya atau detail, menggunakan bahasa PHP dan HTML.

preview :

Text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text text…baca selengkapnya

Misal, saya mempunyai database dengan,

nama database : db_ilmucerdas

hostname : localhost

user : ilmucerdas

password : bemaster

nama tabel kontent : tb_artikel

field yang ada pada tb_artikel : kolom 1 > id, kolom 2 > judul, kolom 3 > artikel

Maka kodingnya dalam PHP adalah sebagai berikut :
hal pertama adalah membuat koneksi menuju server dan database
#Isi file koneksi.php

<?php
$namahost = "localhost";
$user = "ilmucerdas";
$password = "bemaster";
$nama_db = "db_ilmucerdas";
$konek = mysql_connect($namahost,$user,$password) die ("Koneksi error!");
mysql_select_db($nama_db,$konek) die ("Database not found!");
?>

Setelah file koneksi diciptakan, buat file artikel.php
#Isi dari file artikel.php :

<?php
include "koneksi.php"; /* menginclude koneksi */
/* melakukan perintah untuk mengambil data dari tabel artikel */
$nama_tabel = "artikel";
$perintah = "select * from $nama_tabel";
$eksekusi = mysql_query($perintah);
$data = mysql_fetch_array($eksekusi);
$artikel = $data[2] /* [2] mahsudnya menunjuk kolom ke 3:artikel */
$explode = explode(" ",$artikel);
/* makhsud kode diatas adalah pecah berdasarkan spasi */
hitung = count($explode);
/* makhsud : menghitung banyak kata dalam data */
/* lalu melakukan perulangan sebanyak jumlah record di database */
$batas_kata = 100; /* menetapkan batas jumlah kata */
while($data = mysql_fetch_array($eksekusi)){
   if($hitung <= $batas_kata ){
        echo "<p>Judul : $data[1]<br>"; /* menampilkan kolom judul */
        echo "$data</p>";
     }
   else{
     echo "<p>Judul : $data[1]<br>";
     for($i=1; $i<=$batas_kata; $i++){
         {
         echo $explode[$i]." ";
         }
     echo "<a href=detail.php?lihat=$data[0]>...lihat detail</a>";
     /* perhatikan detail.php?lihat=$data[0], koding ini makhsudnya adalah
        kita akan melihat preview lengkap halaman ini
        pada file detail.php, ?lihat adalah sebuah URL parameter.
        dan $data[0] adalah argumen yang dijadikan patokan.
      */
     }
}
/* selesai, selanjutnya adalah membuat halaman detail.php */
?>

#Isi file detail.php

<?php
include "koneksi.php";
$id = $_GET[lihat]; /* mengambil argumen id dari url parameter lihat */
$nama_tabel = "artikel";
$perintah = "select * from $nama_tabel where id=$id";
$eksekusi = mysql_query($perintah);
$data = mysql_fetch_array($eksekusi);
echo "Judul : $data[1]<br>";
/* dapat pula ditulis dengan $data[judul] sesuai dr nama kolom */
echo $data;
?>

Demikian tutorial kali ini, semoga apa yang saya bagi bisa bermanfaat.
Salam cerdas,
Penulis, Iin 🙂

CSS Script – Rounded button and Div tag

Awalnya saya kira situs-situs yang tampilan dasarnya lengkung itu membuatnya dengan cara manipulasi gambar, ternyata emang iya, tapi ada beberapa situs yang memanipulasi dengan menggunakan script CSS, dengan CSS keuntungan yang kita dapat adalah situs akan lebih cepat saat diload dari pada menggunakan gambar, namun ada kelemahan pada CSS yaitu scriptnya kadang tidak dapat sependapat dengan browser tertentu misalnya IE, jadi tampilan yang kita dapatkan di browser IE berbeda dengan tampilan yang kita dapat jika membuka dengan browser – browser ramah lingkungan seperti Mozilla firefork dan Opera. Saya pikir mungkin itu karena IE pingin punya ciri khas kali ya? Oke sudahlah mari kita bongkar bareng-bareng scriptnya.

.namastyle{
border: 1px solid #fff;
padding: 3px 12px;
background: #666666;
-moz-border-radius: 8px;
border-radius: 8px;
font-size: 12px;
font-weight: bold;
text-shadow: 0 1px 1px #333;
color: #FFFFFF;
box-shadow: 0 0 5px #333;
-moz-box-shadow: 0 0 5px #333;
}

/* kumpulan div */
#namadiv {
	border: 1px solid #DDDDDD;
	background:#FFFFFF;
    -moz-border-radius:15px;// inilah yang bisa bikin tampilan jadi lengkung
	border-radius:15px;//, semakin besar skalanya maka lengkung jg makin lengkung :D
	width: 850px;
	box-shadow: 0 0 15px #333;//ini untuk shadow nya
	-moz-box-shadow: 0 0 15px #333;
}

Nah itu doang, script ini saya dapat dari temen saya anak Kalimantan, Fauzan namanya, Thanks to Fauzan 🙂
Semoga mudeng yah, saya belum terlalu paham juga, tapi uda paham 😀 XD

JavaScript – Cek field kosong (1 field)

function cek(obj){
var str=encodeURI(document.getElementById("keyword").value);
if(str==null || str==""){
alert("Field Kosong!");
}
else {
obj.submit();
}
}

Fungsi javascript di atas fungsinya adalah untuk mengecek apakah field tersebut memuat karakter atau tidak, jika tidak ia tidak akan memproses.
Dapat digunakan untuk membuat widget pencarian. Cara penggunaan script tersebut :

<form id=”namaform” name=”namaform” method=”post” action=”?link=search_result”>
Searh <input type=”text” name=”keyword” id=”keyword” />
<input type=”submit” name=”Submit” value=”Cari” onclick=”javascript:cek(document.getElementById(‘namaform’));return false;” />
</form>

Selamat mencoba.

Ajax Script – Loading Content

var namavar = false;
try{
namavar = new ActiveXObject("msxml2.XMLHTTP");
} catch (e){
try {
namavar = new ActiveXObject("Microsoft.XMLHTTP");
}
catch (E){
namavar = false;
}
}
//test web browser doeloe
if(!namavar && typeof XMLHttpRequest != 'undefined'){
namavar = new XMLHttpRequest();
}
function tampilkan(serverPage, objID){
var obj = document.getElementById(objID);
namavar.open("GET", serverPage);
namavar.onreadystatechange= function(){
if(namavar.readyState==4 && namavar.status==200){
obj.innerHTML= namavar.responseText;
}		
}
namavar.send(null);
}

Cara menggunakan script diatas cukup mudah.- Simpan script di atas dengan nama ajax.js- Buatlah halaman index.- Tuliskan script berikut :
<html>
<head>
<script language=”javascript” src=”ajax.js”></script>
<title>Belajar Ajax – Loading Content</title>
</head>
<body>

<div id=”tampil”> Copyright Ilmucerdas.wordpress.com </div>
<div id=”linklink”>
<a href=”profil.html” onClick=”tampilkan(‘profil.html’,’tampil’);return false;”>link ke halaman profil.html</a>
</br>
<a href=”agenda.html” onClick=”tampilkan(‘agenda.html’,’tampil’);return false;”>link ke halaman agenda.html</a>
</div>
</body>
</html>

Jika salah satu link di klik, maka sintag div yang memuat tulisan “Copyright Ilmucerdas.wordpress.com” akan berubah menjadi isi halaman yang anda minta tanpa melakukan proses loading server.

Rekomendasi buku : Beginning ajax with PHP from Novice to Professional ~ Lee Babin

Selamat mencoba.
Semoga bermanfa’at.

Fungsi serbaguna “substr();” dalam PHP

Akan saya jelaskan dulu apa kegunaan fungi substr(); di dalam PHP. Substring adalah fungsi yang digunakan untuk memperolek karakter dalam sebuah variable.

Begini jelasnya:

misalkan : $data berisi nama file gambar1.jpg . Nah disini saya mau ambil nama file nya saja tidak dengan ekstensinya . Caranya :

<?php
//data yang akan di substring
$data= "gambar1.jpg";
//proses mensubstring
$namafile= substr($data,0,-4);
//menampilkan hasil substring
echo $namafile;
?>

Dari rumus diatas akan menghasilkan “gambar1”  dan ekstensinya tidak ikut tampil.

Selain itu Substring juga dapat digunakan untuk mengambil karakter dari sisi kanan.Seperti berikut :

<?php
$data= "gambar1.jpg";
$namafile= substr($data,-4);
echo $namafile;
?>

Fungsi diatas akan menghasilkan “.jpg” karena ia hanya mengambil karakter dari sisi kanan.

Fungsi substr() umumnya digunakan untuk mengambil beberapa karakter dari sisi kiri saja. Seperti:

<?php
$data= "gambar1.jpg";
$namafile= substr($data,0,5);
echo $namafile;


//Fungsi diatas akan menghasilkan "gambar"
?>
<?php
$data= “gambar1.jpg”;
$namafile= substr($data,-4);
echo $namafile;
?>
<?php
$data= “gambar1.jpg”;
$namafile= substr($data,-4);
echo $namafile;
?>
<?php
$data= “gambar1.jpg”;
$namafile= substr($data,-4);
echo $namafile;
?>