Blog Archives

Membuat photo slideshow dengan flash 8

Part I

Part II

Advertisements

[Video] Tutorial Flash – Motion Guide Animation

Perbedaan Motion tween dan Motion shape pada animasi flash

Beberapa orang pernah menanyakan hal ini pada saya, apa bedanya motion tween dan motion shape pada animasi flash. Sebenarnya keduanya memiliki persamaan dan perbedaan.

Persamaan : sama-sama digunakan untuk memberikan animasi atau efek pada objek.

Perbedaan : perbedaannya terletak dari efek yang ditimbulkan oleh keduanya dan objek yang dipakai. Lebih detailnya sebagai berikut:

Motion Tween.

Motion tween sering digunakan untuk memeberikan animasi berupa merubah posisi benda, merubah ukuran benda, dan merubah visibilitas, kecerahan(brightness), kedalaman warna benda. Merubah posisi benda dapat diartikan bahwa motion tween dapat menggerakkan benda dari titik A ke titik B.

Contoh : CaptureCapture

 

Frame 1 adalah titik A dan frame 30 adalah titik B, maka animasi tersebut akan memberikan efek berupa perpindahan posisi objek dari A->B

[ Lihat animasi ]

Merubah ukuran benda, diartikan bahwa motion tween dapat merubah ukuran benda semisal dari kecil menjadi besar.

Merubah visibilitas, kecerahan(brightness), kedalaman warna benda dapat dilakukan dengan mengatur property color, pilih alpha untuk mengatur visibilitas/transparansi, pilih brightness untuk mengatur kecerahan, dan Tint atau advance untuk mengatur warna.

Capture

[ Lihat animasi ]

catatan : untuk penggunaan motion tween, objek yang dapat digunakan adalah objek berupa gambar, huruf dan objek yang telah diconvert dalam symbol di flash. Symbol dalam flash sendiri ada tiga jenis yakni graphic, button, dan movie clip.

 Motion Shape.

Seperti namanya, jenis motion ini HANYA dapat digunakan untuk objek dengan jenis shape. Shape dapat diartikan dengan objek yang dibuat menggunakan tool di dalam flash sendiri, semisal lingkaran, dan TIDAK diconvert dalam symbol. Motion shape penggunaannya hampir sama dengan motion tween yakni dapat melakukan berbagai animasi seperti pergerakan posisi, ukuran, dan warna. Namun ada yang menjadi ciri khas motion shape, yaitu, motion shape dapat melakukan animasi untuk merubah bentuk objek, semisal dari bundar menjadi segitiga dan sebagainya.

[ Lihat Animasi ]

Sekian. terimakasih

 

Graphic, Button, dan Movie Clip dalam flash

Dalam animasi flash kita diperkenalkan dengan symbol-symbol berupa Graphic, Button, dan Movie Clip. Ketiganya dapat kita pergunakan untuk mempermudah dalam pembuatan animasi.

Graphic.

Symbol yang dapat di isi dengan objek diam, semisal objek binatang atau pemandangan.

Button.

Symbol jenis ini akan membuatnya menjadi tombol, jika diberikan arah alamat atau perintah tertentu, maka ketika diklik symbol ini akan menuju alamat yang diberikan atau melakukan perintah yang dikenakan pada tombol tersebut.

Movie Clip.

Dalam movie clip dapat diisi dengan objek bergerak, semisal, untuk membuat animasi orang berjalan, anda hanya perlu membuat orang melangkah sebanyak dua kali dalam objek movie clip, karena movie clip akan melakukan pengulangan secara otomatis pada animasi yang terkandung di dalamnya dengan catatan tidak ada skrip atau perintah yang menghentikan pengulangan animasi itu.

 

Me-load file txt ke dalam flash dengan action script

Silakan download file dasarnya disini.

Pada tutorial ini akan membahas cara untuk meload file berekstensi .txt kedalam animasi flash. Tutorial ini dapat diaplikasikan semisal untuk membuat presentasi atau kuis dengan flash, anda hanya perlu membuat isinya di dalam file txt, jadi jika diperlukan pengeditan anda tidak perlu membongkar file projek anda, cukup mengedit file txtnya saja.

– Buka file .fla yang ada pada folder download

– aktifkan text tool

– Atur bagian property bar menjadi :

-Isi Var dengan dataFile, dataFile ini adalah acuan untuk mengambil data yang ada di file txt.

-Ubah property Single line menjadi multi line.

-Kemudian buat area dengan text tool seperti ini :

-klik pada gambar “File ke-satu”(kuning), lalu beri instance name =”satu” pada property bar

-klik pada gambar “File ke-dua”(biru), lalu beri instance name =”dua” pada property bar

-Klik pada layer 1 frame ke-1 ,

-Tekan F9 untuk menampilkan panel action script dan ketikkan kode berikut :

-tekan SHIFT + ENTER untuk melihat hasilnya.

Download hasil project tutorial ini di sini

Mengganti animasi pointer pada Flash dengan Action Script

Untuk mendapatkan file latihannya download disini

Tutorial ini sangat sederhana, hanya mengubah bentuk pointer pada animasi flash. Bagi yang belum tahu apa itu pointer, pointer itu yang menjadi penunjuk pada layar monitor (biasanya bentuknya panah). Untuk aplikasinya, saya menggunakan Macromedia Flash 8.0 Pro.

-Jika file di atas sudah anda download, langkah selanjutnya adalah buka file tersebut.

-Pada file tersebut saya telah membuat 2 symbol yaitu g_bola dan mc_pointer. Klik and drag symbol mc_pointer ke stage.

-Setelah itu klik pada symbol mc_pointer yang sudah ada di stage. Tekan F9 untuk memunculkan panel Action script, kemudian ketikkan kode berikut:

-lalu tekan SHIFT+ENTER untuk melihat hasilnya.

Download hasil tutorial ini di sini

Flash Tutorial – Menggabungkan beberapa file swf yang terpisah dengan action script

Membuat animasi berdasarkan frame by frame seperti pada aplikasi Flash membutuhkan ketelitian extra untuk mendapatkan animasi yang benar-benar diharapkan. Banyaknya layer dan frame terkadang membuat seorang animator sedikit kesulitan dalam proses pengeditan animasi terutama untuk yang pemula.

Namun beban tersebut akan lebih ringan jika tiap part dari animasi dibuat perbagian dan kemudian disatukan dalam file utama. Langkah ini dapat mengurangi kesalahan dan juga lebih efisien. Keuntungan lainnya yaitu, load file menjadi lebih ringan karena semua file tidak di-load sekaligus, juga mempermudah jika akan dilakukan pembenahan. Kekurangannya, file bagian terpencar-pencar, maka jika salah satu file hilang, maka animasi menjadi corrupt.

Dalam tutorial ini, saya akan membuat sebuah contoh sederhana. Saya akan membuat 5 file yang akan disatukan dalam file utama.

#1. Langkah pertama : Buatlah folder untuk menyimpan berkas kerja anda

#2. Siapkan dokumen baru flash, buat sembarang animasi, lalu pada frame terakhir ketikkan action script :

stop();
_level0.nextFrame();

lalu save as di folder tadi dengan nama part1. Kemudian Test Movie dengan cara Ctrl + Enter atau pada menu tab Control>Test Movie.

#3. Lalu buat ke empat file yang lain dengan animasi berbeda dengan cara seperti tadi, lalu save dengan nama part2 dan seterusnya. Jangan lupa untuk selalu di test movie. Test Movie berfungsi untuk mengekspor file fla (mentah) tersebut menjadi swf, karena yang kita butuhkan adalah file swf nya.

#4. Buat satu file baru berinama Film utama (misal) di folder yang sama dengan file-file tadi.

#5. Buat sebanyak 6 frame kosong pada file ini.

#6. Pada frame 1 ketikkan action script berikut :

stop();
loadMovieNum("part1.swf",1);


#7. Pada frame 2 ketikkan action script berikut :

stop();
unloadMovieNum(1);
loadMovieNum("part2.swf",1);


#8. Pada frame 3 ketikkan action script berikut :

stop();
unloadMovieNum(1);
loadMovieNum("part3.swf",1);


#9. Pada frame 4 ketikkan action script berikut :

stop();
unloadMovieNum(1);
loadMovieNum("part4.swf",1);


#10. Pada frame 5 ketikkan action script berikut :

stop();
unloadMovieNum(1);
loadMovieNum("part5.swf",1);


#11. Pada frame 6, akhiri animasi dengan penutup. Dan ketikkan action script berikut :

stop();

Download filenyadi link ini  Tutorial menggabung file2 swf
password : ilmucerdas

Sekian. Semoga tutorial sangat sederhana ini dapat bermanfa’at.
Salam. Penulis.
Iin 🙂